KPI (Kecakapan Praktik Ibadah)

KPI (Kecakapan Praktik Ibadah)

Program KPI (Kecakapan Praktik Ibadah) merupakan program pembinaan keagamaan yang bertujuan membekali peserta didik dengan pemahaman, keterampilan, dan pembiasaan dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan tuntunan syariat Islam yang berpaham Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah sebagaimana tradisi yang dikembangkan oleh Nahdlatul Ulama. Program ini mengacu pada model pembinaan praktik ibadah yang diterapkan di SMP Khadijah Surabaya sebagai bagian dari penguatan karakter religius peserta didik.

Melalui program ini, siswa tidak hanya mempelajari teori fiqih ibadah, tetapi juga dibimbing untuk mempraktikkan ibadah secara langsung sesuai dengan tuntunan ulama Ahlussunnah wal Jama’ah. Dengan demikian, peserta didik diharapkan mampu memahami tata cara ibadah dengan benar sekaligus menghayati nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.

Materi dalam program ini meliputi praktik wudhu, tayamum, shalat wajib dan sunnah, adzan dan iqamah, praktik menjadi imam dan makmum, doa-doa harian, dzikir, serta amaliyah ke-NU-an seperti tahlil, istighotsah, dan pembacaan shalawat. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara bertahap melalui bimbingan, praktik langsung, pembiasaan, serta evaluasi berkala sehingga siswa benar-benar memiliki kecakapan dalam menjalankan ibadah.

Program ini juga menanamkan nilai adab, tawadhu’, dan kecintaan kepada ulama sebagai bagian dari tradisi pendidikan Islam di lingkungan Nahdlatul Ulama. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, peserta didik tidak hanya terampil dalam melaksanakan ibadah, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan semangat beragama yang moderat (tawassuth), seimbang (tawazun), toleran (tasamuh), dan adil (i’tidal).

Keunggulan Program

  • Pembelajaran praktik ibadah secara langsung, sehingga siswa memahami tata cara ibadah secara benar.

  • Berlandaskan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah sesuai tradisi Nahdlatul Ulama.

  • Mengintegrasikan teori fiqih dengan praktik ibadah sehari-hari.

  • Pembiasaan amaliyah ke-NU-an seperti tahlil, istighotsah, dan pembacaan shalawat.

  • Pendampingan oleh guru yang kompeten dalam bidang fiqih dan praktik ibadah.

  • Melatih siswa menjadi imam, muadzin, dan pemimpin doa dalam kegiatan keagamaan.

  • Menanamkan nilai adab dan akhlak dalam beribadah.

  • Evaluasi praktik ibadah secara berkala untuk memastikan siswa memahami dan mampu mempraktikkannya dengan baik.

  • Membentuk karakter religius, disiplin, dan bertanggung jawab dalam menjalankan ibadah.

  • Mendorong siswa untuk mengamalkan ibadah dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun di masyarakat.

Melalui program KPI (Kecakapan Praktik Ibadah), sekolah berharap dapat membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman fiqih yang baik, terampil dalam melaksanakan ibadah, serta berakhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah yang diajarkan oleh para ulama Nahdlatul Ulama.